Laporan : Hermanto
SINTANG, KapuasNews.com - Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. Ph menghadiri rakor pencegahan dan penanggulangan karhutla yang dibuka langsung Pejabat Gubernur kalbar Doddy Riyadmadji di Aula Kodam XII/Tanjungpura Pontianak, Senin pagi(19/2/18).
Bupati Sintang menyampaikan daerah yang kini dipimpinnya tetap waspada terhadap bencana yang dapat ditimbulkan oleh kebakaran lahan dan hutan. Meskipun secara empiris, sejak tahun 2016-2017 jumlah hotspot di Indonesia, di Kalbar khususnya mengalami penurunan.
“Sintang itu bersama Ketapang dan Kapuas Hulu termasuk tiga kabupaten penyumbang hotspot terbesar di Kalimantan Barat, makanya kita waspadailah. Sekarang sudah mulai muncul beberapa titik hotspot di Kalbar, namun Sintang belum ada hotspot karena tertolong dengan curah hujan yang masih tinggi. Tapi kita tetap waspada! ”. Tegas Jarot.
Menurutnya, minggu lalu para pimpinan daerah juga sudah mendapatkan pengarahan dari Bapak Presiden di Istana. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap bahaya karhutla ini juga ditindaklanjuti dengan koordinasi antar elemen terkait, Insiden Commander (IC) yang biasanya dijabat oleh komandan Kodim daerah setempat, ada leading sector, pihak kepolisian, dan di Pemda sendiri leading sectornya kepala BPBD.
“ segara antisipasi Karhutla. Rapat koordinasikan bersama beberapa unsur pemangku kepentingan, libatkan juga perusahaan yang mempunyai kewajiban membina desa siaga api di desa-desa binaannya dan buat rencana aksi untuk karhutla ". Kata dr. Jarot.
Hal yang perlu di perhatikan rubah mainset kearifan lokal masyarakat dengan cara buka lahan tanpa bakar.
“Pada saat penanggulangan hotspot, protapnya sudah jelas, sejak tahun 2015, 2016, 2017 tidak ada masalah ". Ungkap dr. Jarot.
Jarot menyebutkan salah satu upaya mencegah adalah dengan merubah mainset masyarakat tadi, supaya tidak membakar lahan ketika mambuka lahan, tapi sosialisasi harus lebih di gencarkan lagi serta ditunjang dengan himbauan.
“Mereka mau tidak bakar, tapi dari kita pemerintah harus menyediakan alternatifnya lah. Sarana dan prasarana, seperti pupuk dan sebagainya ". Tambahnya.
Begitu juga menurut Pejabat Gubernur kalbar, Doddy Riyadmadji menyebutkan bahwa di tahun 2017 lalu Pemda provinsi berkolaborasi dengan instansi vertikal mengatasi karhutla dan Tahun 2017 hotspot yang ada di Kalbar berdasarkan satelit NOAA terdapat, 640 titik hotspot.
“Titik api khususnya di Provinsi Kalbar saat ini sudah kelihatan ". Ungkapnya.
Diakuinya, secara pribadi di telpon Bu Menteri Kehutanan RI yang meminta kerja sama PJ gubernur dan seluruh jajaran untuk mengatasi karhutla.
Ada beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah provinsi, pertama penetapan status siaga darurat karhutla. Kedua, melakukan patroli dan pemadaman , ketiga meminimalisir titik spot. Keempat melakukan sosialisasi dan pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas), dan kelima melakukan inventarisasi desa dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalbar.
“Dalam beberapa tahun terakhir frekuensi kejadian karhutla di Kalbar khususnya diperburuk dengan adanya perubahan iklim, salah satunya adalah terjadinya pergeseran dan perubahan musim dimana daerah tertentu mengalami musim kemarau lebih panjang sehingga luasnya kekeringan yang berisiko terjadinya karhutla meningkat ". Tutupnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Pangdam XII tanjungpura, Mayjend TNI Achmad Supriyadi, Komandan Korem 121/Alambhana wanawai, Brigjend TNI Bambang Ismawan. Tampak pula Kapolres sekalbar, Dandim, Koramil, Polsek,Banbinsa, BPBD sekalbar dan para tamu undangan lainnya.
Sumber : Humas pemkab sintang


