PARINDU, KapuasNews.com - Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang memiliki budaya yang unik.
Budaya di masyarakat yang sangat layak dibanggakan adalah budaya gotong royong, masyarakat Indonesia dikenal dengan kebiasaan bergotong royong.
Para leluhur pendahulu sudah mewariskan semangat kegotongroyongan, semangat yang menjadi warisan sangat berharga bagi generasi penerus bangsa, sebagai salah satu sarana pemersatu bangsa.
Tapi, sepertinya saat ini semangat gotong royong tersebut pun mulai hilang, luntur bersama perkembangan jaman.
Memang tidak sepenuhnya hilang, namun secara perlahan kebiasaan gotong royong mulai surut.
Meski dibeberapa daerah masih bisa dijumpai masyarakat bergotong royong, tapi semangatnya ( mungkin ) tidak seperti dahulu. Tidak sedikit orang yang mulai mementingkan diri sendiri, orang mulai sibuk dengan kepentingan mereka masing-masing, banyak yang mulai kehilangan semangat bergotong royong.
Lain dengan petani sawit dan karet di Kabupaten Sanggau Kecamatan Parindu Desa Pusat Damai Dusun selarong jalan jandong-mpotai pada sabtu, 17/3/2108 kelompok petani tersebut masih membudayakan gotong-royong.
Menurut Jono selaku pengurus kelompok tani tersebut mengatakan setiap bulannya bergotong-royong memperbaiki jalan yang rusak karena jalan tersebut digunakan sebagai akses satu-satunya untuk mengangkut hasil perkebunan mereka.
" harapan kedepannya khususnya pemerintah pusat maupun kecamatan dan desa bisa turut membantu dalam hal memperbaiki jalan yang rusak. Lebih lagi kalau disertakan dengan harga karet yang sesuai juga ". Pungkas Jono. ( Listian D / RH )





