SANGGAU, KapuasNews.com - Sebagai wujud Aksi Cepat dan Tanggap Bencana Banjir di Meliau, Sanggau, Kalimantan Barat, sejumlah aktivis lingkungan yang terdiri dari mahasiswa, komunitas dan kelompok musisi band bentuk wahada kepedulian ' Borneo Is Calling '.
Seperti yanb diungkapkan ketua Borneo Is Calling, Bara tama mengatakan kalau terinisiasinya wadah tersebut berangkat dari kepedulian terhadap sesama yang menjadi korban pasca banjir yang melanda 5 desa, yaitu desa Kuala Buayan, desa Pampang Dua, desa Cupang, desa Kuala Rosan, dan desa Baru Lombak akibat luapan dari tingginya intensitas curah hujan akhir-akhir ini.
Menurutnya, dari desa-desa tersebut, desa Kuala Buayan dan desa Cupang merupakan yang paling parah terkena genangan banjir akibat luapan air sungai Kuala Buayan dan sungai Embuan yang merupakan banjir kiriman dari Hulu ( Sanggau dan Sekadau ).
Banjir juga telah menggenangi desa-desa tersebut sejak tanggal 16 April 2018, dan masih ada potensi banjir-banjir susulan jika hujan terus terjadi.
" Banjir telah menggenangi desa hingga mencapai ketinggian 2 – 4 meter ". Ujarnya. Minggu, 22/4/18 sore.
Bukan hanya itu, untuk menyikapi kabar duka tersebut, dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam aksi “Borneo Is Calling” mendirikan posko dan penggalangan bantuan untuk para korban bencana banjir di Kecamatan Meliau.
Hingga saat ini, Kami juga membuka penerimaan Relawan untuk diturunkan ke lokasi bencana. Adapun kebutuhan relawan, seperti Relawan Kesehatan
( Tim psikolog untuk menangani trauma korban, khususnya anak-anak, Tim penanganan luka fisik korban dan Tim penanganan penyakit ), Relawan Evakuasi Korban, Relawan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan Guru untuk pendidikan anak-anak.
Penggalangan bantuan akan selenggarakan sampai akhir bulan April 2018 dan Hasil penggalangan bantuan akan ditampung terlebih dahulu untuk selanjutnya disatukan dan salurkan.
" Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat lainnya dalam aksi ini. Luka yang dialami saudara-saudara kita di Meliau adalah luka kita semua ". Ajaknya.
Berikut data bantuan yang paling dibutuhkan korban seperti Obat-obatan ( Obat kulit, Obat batuk, Obat diare, Obat malaria, Vitamin. Sembako dan Makanan instan berupa Beras, Mie instan, Air mineral (gelas dan botol), Susu formula untuk bayi dan Minyak goreng.
Pakaian layak pakai ( Baju dan celana, Pakaian dalam, Pakaian anak kecil dan bayi, Popok, Pembalut perempuan ), Buku dan Alat tulis serta Uang.
Bantuan dalam bentuk uang bisa di transfer ke rekening
0526 958386 BNI a/n Bakti Raya Pratama
( konfirmasi bukti transfer melalui whatsapp/ nomor HP Team)
Atau bisa datang langsung ke posko di Sekretariat UKM GELPAMAKUM, Komplek UKM Mahasiswa Universitas Panca Bhakti, Jl. Kom.Yos Soedarso, Pontianak Barat dan atau Jl. Selat Panjang No. 93, Siantan Hulu, Kec. Pontianak Utara, 78241 (Hasta Lavista Camp)
Untuk informasi dan konfirmasi bisa menghubungi kontak Phone/ Whatsapp
081289686374 (Diaz), 085750292870 (Januarius Krisno),0821-5353-5791 (Odhy), dan 0899-5619-429 (Desi Veronica). Atau E-mail : Borneoiscalling18@gmail.com
dan Instagram : Borneoiscalling18. ( Listian Dano / Redaksi )




