Babak pertama drama saling jual beli serangan pun diperagakan oleh kedua kesebelasan hingga peluit panjang waktu turun minum dibunyikan.
Memasuki babak kedua, kembali jual beli serangan pun terus dilakukan. Meski secara profesionalitas, Karya FC merupakan sebuah tim yang baru memperkenalkan diri dikancah sepak bola sementara lawannya Laskar Kumpang merupakan salah satu tim yang natabene sudah menjadi langganan masuk babak final di setiap event.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, kedudukan masih tetap sama kuat dan dilanjutkan dengan drama adu penalti yang dimenangkan oleh Laskar Kumpang sehingga menghantarkan Laskar Kumpang menuju babak semifinal.
Saat dikonfirmasi, Brayan S.Sos, selaku pemilik tim Karya Fc yang diambil dari nama Partai Berkarya menyatakan kalau seni dalam permainan kalah menang sudah biasa.
Menurutnya, siapa pun yang menang semoga kedepannya dapat menumbuh kembangkan nilai sportivitas dari generasi ke generasi berikutnya. Khususnya di ajang sepak bola.
" Kita tim baru, dan kita sudah bersyukur hingga sampai mampu keputaran delapan besar ini ". Ungkap Brayan yang juga ketua DPD Partai Berkarya dengan nomor urut 7 peserta pemilu 2019 mendatang. Jumat, 27/4/18 malam kepada media ini.
Begitu juga yang diungkapkan, Silan salah satu penonton mengatakan kalau pertandingan antara Karya Fc dan Laskar Kumpang sangat menghibur. Menurutnya pertandingan tersebut benar-benar menjunjung tinggi nilai sportivitas.
" Permainan keras dan adu kecepatan tapi sportif ". Pungkasnya.
( Hermanto )



