SEKADAU, KapuasNews.com - Hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional ( UN ) tingkat SMA tahun 2018 tak mendapat kendala yang berarti.
Pantauan awak media kapuasnews.com dibeberapa sekolah, proses pelaksanaan berjalan lancar dan tertib.
Seperti halnya disalah satu sekolah yang dikunjungi, SMA Karya Sekadau hilir dengan peserta ujian sebanyak 57 Peserta Jurusan IPA, 171 jurusan IPS dan 29 peserta dari SMA PGRI 6 Belitang juga melaksanakan disekolah tersebut.
Meski pelaksanaan UN tahun 2018 ini tersebut dinilai sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya dengan adanya peninjauan dari instansi terkait, tapi tahun ini hanya dilakukan peninjauan atau Monev dari LPMP lembaga penjamin mutu pendidikan (
LPMP ) provinsi kalbar dan Disdik kalbar saja.
" Ini hari terakhir pelaksanaan UN untuk Mata pelajaran pilihan masing-masing jurusan. Hingga hari ini, belum ada peninjauan dari instansi terkait atau komisi yang membidangi. Yang ada hanya pengawas UN, Pam aparat kepolisian dan sejumlah awak media ". Ujar Drs. Sumardi, kepala sekolah SMA Karya sekadau saat ditemui media ini di ruang kerjanya. Kamis, 12/4/18.
Dengan tak adanya tinjauan instansi terkait tersebut, Sumardi mengaku kesulitan menyampaikan keluhan bilaman ada kendala dalam pelaksanaan.
" kita tak bisa koordinasi dan tak tau harus disampaikan kemana ? ". Ungkapnya.
Begitu juga yang diungkapkan Kepala SMA PGRI 6 Belitang, Benyamin setiyono, S.Pd SE mengatakan terdapat sedikit kendala dalam pelaksanaan UN tahun 2018, yang mana bagi SMA PGRI pelaksanaan UNBK merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan dan harus bergabung menggunakan fasilitas di SMA karya.
" kita akui ada kesulitan karena ini tahun pertama bagi kita dengan UNBK. Kita terpaksa bergabung menggunakan fasilitas di SMA Karya, tapi bukan menginduk ". Ujarnya.
Benyamin berharap, dengan diharuskannya sistem UNBK, pemerintah pun harus segera memperhatikan pemenuhan jaringan provider didaerah belitang supaya tak perlu lagi menumpang fasilitas di sekolan lain.
" pemerintah untuk tambah tower internet, pengadaan sarana dan prasarana supaya kita tidak harus UN diluar lagi ". Tandas Benyamin.
Sementara itu, terkait tingginya standar hasil Ujian, siswa SMA karya sekadau, Veronika Yeni Andani ( IPA ) asal Natai Ubah dan Rosaria Nika ( IPA ) asal Kembayan mengaku tak ada kesulitan yang berarti dalam soal yang dikerjakan.
" Yang sulit sich kalau ada soal essai seperti mata pelajaran MateMatika, tapi kita yakin kok bisa Lulus ". Ungkap keduanya usai mengikuti UN sesi pertama.
Kendati demikian, kedua siswi SMA Karya tersebut juga berharap kedepannya untuk lebih di perhatikan terkait Jumlah komputer.
" biar peserta semua bisa Ujian bersama dan gak pake sesi lagi ". Harap mereka.
Sumardi menambahkan, idealnya sarana 1 komputer untuk 1 peserta, tapi dengan keterbatasan yang ada sehingga pelaksanaan UN harus dibagi dengan 3 sesi.
" kita sangat berharap campur tangan pemerintah khususnya kementerian pendidikan dan Yayasan pun akan tetap berusaha melakukan penambahan sesuai kemampuan yang ada. Walaupun dengan keterbatasan tersebut, saya yakin SMA karya dapat Lulus 100 persen seperti tahun sebelumnya ". Harap Sumardi. ( Redaksi )



