KETAPANG, KapuasNews.com - Ditengah hiruk pikuknya genderang politik, dan maraknya aksi aksi terorisme di berbagai daerah tapi itu semua bukanlah halangan bagi sekelompok mahasiswa Keluarga Mahasiswa Katolik Santo Fransiskus Asisi Universitas Panca Bhakti Pontianak yang hendak berbagi pengalaman dan melakukan Bakti sosial.
Semua itu sebagai upaya penerapan pengalaman tri dharma perguruan tinggi dan Bakti sosial tersebut juga menjadi bukti bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan sosial.
Hal itu dikatakan Rektor Universitas Panca Bhakti Pontianak. Dr Purwanto, SH. M.Hum saat melepas keberangkatan kegiatan bakti sosial yang digelar Di Kabupaten Ketapang Kecamatan Balai Berkuak Desa Merawa Dusun Kangking kampung Nek'Rompe dan Uwa (24/05/18), pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan dalam rangka Program kerja organisasi.
"Saya sangat mengapreasiasi diadakannya kegiatan sosial di masyarakat oleh mahasiswa. Sebab, hal itu sesuai dengan pengamalan tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat karena Pengabdian sejatinya tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa sebagai implementasi dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian juga bertujuan untuk menyadarkan bahwa ‘status’ mahasiswa pada dasarnya bukan sekedar belajar di kampus lalu pulang, melainkan mahasiswa sebagai Agent of Change yang memiliki pemikiran-pemikiran luar biasa untuk mengubah lingkungan sekitarnya ". ujar Purwanto.
Fusen ketua umum KMK UPB mengatakan, Bakti Sosial Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Santo Fransiskus Asisi ini merupakan program kerja tahunan mereka dan kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan para mahasiswa setidaknya menjadi bukti bahwa misi perguruan tinggi tak hanya bersifat akademis semata.
Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan juga harus mendorong para mahasiswanya memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Karena Kegiatan bhakti sosial sangat penting sebagai pembelajaran mahasiswa bermasyarakat dan sekaligus mengaktualisasikan potensi diri masing-masing.
" kegiatan sosial yang bertujuan untuk mendidik mahasiswanya agar lebih aware dengan kondisi lingkungan khususnya desa yang masuk ke dalam klasifikasi terpencil ". tegasnya.
Beno Ketua panitia baksos menjelaskan tema yang di angkat pun di ambil dari Alkitab yang berbunyi 'Anak anak ku marilah kita nengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran' ( 1 Yohanes 3:18 ).
Bhakti sosial diikuti oleh sedikitnya 83 peserta. Mereka berasal dari 4 fakultas (Hukum, Ekonomi, Pertanian, Teknik ) di Universitas Panca Bhakti Pontianak. Kegiatan berlangsung selama 4 hari, 24 - 27 Mei 2018, dan diselenggarakan dalam bentuk perkemahan dengan tujuan untuk mengakrabkan diri dengan warga serta mahasiswa secara langsung akan berbaur dengan masyarakat dan diharapkan akan mendapatkan pelajaran hidup berharga.
Sementara pengabdiannya berupa membersihkan lingkungan kampung, perbaikan sarana ibadah (gereja) , pengobatan umum gratis, membuat Pelang Gereja, batas RT, nomor rumah, mengajar dan bermain dengan anak-anak, sosialisasi tentang lingkungan, nonton bareng, serta membuka perpustakaan umum gratis"
Kepala dusun Pau ulus jampu menjelaskan bahwa baru kali ini ada mahasiswa yang datang dan mau mengadakan kegiatan baksos di desa merawa terutama di dusun nya.
Di ceritakannya, warga dusun sempat binggung menyambut dan menerima kedatangan mahasiswa karena dari penuturannya sebagai warga dusun jarang keluar kampung dan tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia.
" jadi payah kalo berinteraksi, tetapi mahasiswa menjelaskan bahwa program baksos ini sanggat-sanggat baik dan bermanfaat bagi warga dusun saya, seperti adanya plang dan nomor rumah untuk memperjelas batas desa dan informasi nomor rumah sehingga dapat memudahkan masyarakat sekitar (khususnya aparatur desa) dalam melakukan pendataan tentang warga dusun dan pengobatan umum gratis dari puskesmas Balai Berkuak. Saya sanggat-sanggat berterimakasih atas kunjungan dari adik-adik mahasiswa KMK UPB ". Ujar Pau Ulus.
Dalam Pengobatan umum gratis tersebut melibatkan 1 dokter dan ada hampir 200 orang yang bertobat, team juga menyediakan pengecekan darah antisipasi terkena malaria.
Menurut Kepala Puskesmas balai berkuak, Thomas menuturkan bahwa sangat senang dengan bakti sosial tersebut karena bisa membantu untuk ,ensosialisasikan kesehatan dan lingkungan yang bersih.
" wilayah ini juga termasuk daerah yang sulit untuk di kunjungi, serta untuk melayani masyarakat kurang mampu, yang selama ini sulit untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan dengan gratis ". Jelas Thomas.
Fajari Asinus Kapri Poyon Gg salah satu Peserta baksos juga menuturkan bahwa baksos ini sangatlah bermanfaat dan menjadi sebuah pengalaman yang berharga.
" luar biasa serunya awal-awal datang masuk kampung, kami sudah di tunggu dengan 5-6 jam berjalan kaki masuk menuju kampung karena kondisi hujan dan jalan licin jadi kendaraan tidak bisa masuk ". Ceritanya.
Ia juga menyampaikan manfaat yang dia dapatkan, jadi manfaat yang saya dapatkan seperti Menambah wawasan dan pengetahuan sosial, Membantu pembentukan sikap dan kepribadian seseorang, Menumbuhkan rasa moralitas yang tinggi, Menumbuhkan semangat untuk menemukan inspirasi baru, Mengembangkan kepribadian dan rasa saling peduli, Melatih jiwa kepemimpinan, Dapat membentuk Emotional Intelegent Quotien (EQ) untuk Melatih kesabaran dan Emosi seseorang, Dapat merasakan indahnya berbagi pada sesama, Dapat memahami banyak hal dari diri sendiri yang bisa disyukuri daripada dikeluhkan.
"Kita akan merasa bahagia ketika bisa memberi hal yang bermanfaat pada orang lain semua itu didasari oleh kasih Kristus ". tegasnya.
Penulis : Listian Dano
Editor : R. Hermanto
Publish : Redaksi KapuasNews.com





